Kamis, 18 Desember 2014

Paket tour Kota Surabaya ke Bali

Kami adalah biro tour and travel overlandbali.blogspot.com yang senantiasa mengajak masyarakat warga Kota Surabaya untuk tour ke Bali menggunakan jasa wisata dari kami. Adapun service yang kami miliki ialah paket overland dari Kota Surabaya menuju Bali menggunakan kendaraan darat seperti Bus AC Standart Pariwisata, Audio, Vidio, Toilet, Wifi, Reclining Seat dll. Ataupun jika anda ingin menggunakan pesawat terbang dari Bandara Juanda Surabaya ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Silahkan hubungi tour manager kami untuk konsultasi jasa paket tour ke Bali
Telpon    : 0361-488-208 / 0361-361-3000
HP        : 0821-400-780-97 [ whatsapp, line ]
email    : info@parahitatour.com



Adapun beberapa keyword yang bisa anda gunakan ialah :

  • Paket tour karyawan Kota Surabaya ke Bali
  • Paket tour Kota Surabaya ke Bali
  • Paket meeting Kota Surabaya ke Bali
  • Wisata mahasiswa Kota Surabaya ke Bali
  • Kunjungan kerja Kota Surabaya ke Bali
  • Overland Kota Surabaya ke Bali
  • Rombongan ziarah wali pitu Kota Surabaya ke Bali
  • Pariwisata di Kota Surabaya
  • Objek wisata di Kota Surabaya
  • Study tour Kota Surabaya ke Bali
  • Jalan Jalan Kota Surabaya ke Bali
  • Group tour Kota Surabaya ke Bali
  • Travel agent di Kota Surabaya
  • Sewa bus di Kota Surabaya
  • Bulan madu Kota Surabaya ke Bali

Latar Belakang Kota Surabaya

Kota Surabaya adalah ibu kota Provinsi Jawa Timur, Indonesia sekaligus menjadi kota metropolitan terbesar di provinsi tersebut. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Kota Surabaya juga merupakan pusat bisnis, perdagangan, industri, serta pendidikan di Jawa Timur dan kawasan Indonesia bagian timur. Kota ini terletak 796 km sebelah timur Jakarta, atau 415 km sebelah barat laut Denpasar, Bali. Surabaya terletak di tepi pantai utara pulau Jawa dan berhadapan dengan Selat Madura serta Laut Jawa.

Surabaya memiliki luas sekitar 333,063 km² dengan penduduknya berjumlah 2.885.385 jiwa (2015). Daerah metropolitan Surabaya yaitu Gerbangkertosusila yang berpenduduk sekitar 10 juta jiwa, adalah metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Jabodetabek. Surabaya dilayani oleh Bandar Udara Internasional Juanda, Pelabuhan Tanjung Perak, dan Pelabuhan Ujung.

Surabaya terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan karena sejarahnya yang sangat diperhitungkan dalam perjuangan merebut kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah. Kata Surabaya konon berasal dari cerita mitos pertempuran antara sura (ikan hiu) dan baya (buaya) dan akhirnya menjadi kota Surabaya.


Sejarah Kota Surabaya

Surabaya dulunya merupakan gerbang Kerajaan Majapahit, yakni di muara Kali Mas. Bahkan hari jadi Kota Surabaya ditetapkan sebagai tanggal 31 Mei 1293. Hari itu sebenarnya merupakan hari kemenangan pasukan Majapahit yang dipimpin Raden Wijaya terhadap pasukan kerajaan Mongol utusan Kubilai Khan. Pasukan Mongol yang datang dari laut digambarkan sebagai ikan SURO (ikan hiu/berani) dan pasukan Raden Wijaya yang datang dari darat digambarkan sebagai BOYO (buaya/bahaya), jadi secara harfiah diartikan berani menghadapi bahaya yang datang mengancam. Maka hari kemenangan itu diperingati sebagai hari jadi Surabaya.

Pada abad ke-15, Islam mulai menyebar dengan pesat di daerah Surabaya. Salah satu anggota Wali Songo, Sunan Ampel, mendirikan masjid dan pesantren di daerah Ampel. Tahun 1530, Surabaya menjadi bagian dari Kerajaan Demak.

Menyusul runtuhnya Demak, Surabaya menjadi sasaran penaklukan Kesultanan Mataram, diserbu Panembahan Senopati tahun 1598, diserang besar-besaran oleh Panembahan Seda ing Krapyak tahun 1610, diserang Sultan Agung tahun 1614. Pemblokan aliran sungai Brantas oleh Sultan Agung akhirnya memaksa Surabaya menyerah. Suatu tulisan VOC tahun 1620 menggambarkan Surabaya sebagai negara yang kaya dan berkuasa. Panjang lingkarannya sekitar 5 mijlen Belanda (sekitar 37 km), dikelilingi kanal dan diperkuat meriam. Tahun tersebut, untuk melawan Mataram, tentaranya sebesar 30.000 prajurit[1].

Tahun 1675, Trunojoyo dari Madura merebut Surabaya, namun akhirnya didepak VOC pada tahun 1677.

Dalam perjanjian antara Paku Buwono II dan VOC pada tanggal 11 November 1743, Surabaya diserahkan penguasaannya kepada VOC. Gedung pusat pemerintahan Karesidenan Surabaya berada di mulut sebelah barat Jembatan Merah. Jembatan inilah yang membatasi permukiman orang Eropa (Europeesche Wijk) waktu itu, yang ada di sebelah barat jembatan dengan tempat permukiman orang Tionghoa, Melayu, Arab dan sebagainya (Vremde Oosterlingen), yang ada disebelah timur jembatan tersebut. Sampai tahun 1900-an pusat kota Surabaya hanya berkisar di sekitar Jembatan Merah saja.

Lihat daftar penawaran Paket Tour Surabaya ke Bali.

Selasa, 16 Desember 2014

Paket tour Kota Probolinggo ke Bali

Kami adalah biro tour and travel overlandbali.blogspot.com yang senantiasa mengajak masyarakat warga Kota Probolinggo untuk tour ke Bali menggunakan jasa wisata dari kami. Adapun service yang kami miliki ialah paket overland dari Kota Probolinggo menuju Bali menggunakan kendaraan darat seperti Bus AC Standart Pariwisata, Audio, Vidio, Toilet, Wifi, Reclining Seat dll. Ataupun jika anda ingin menggunakan pesawat terbang dari Bandara Juanda Surabaya ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Silahkan hubungi tour manager kami untuk konsultasi jasa paket tour ke Bali
Telpon    : 0361-488-208 / 0361-361-3000
HP        : 0821-400-780-97 [ whatsapp, line ]
email    : info@parahitatour.com




Adapun beberapa keyword yang bisa anda gunakan ialah :

  • Paket tour karyawan Kota Probolinggo ke Bali
  • Paket tour Kota Probolinggo ke Bali
  • Paket meeting Kota Probolinggo ke Bali
  • Wisata mahasiswa Kota Probolinggo ke Bali
  • Kunjungan kerja Kota Probolinggo ke Bali
  • Overland Kota Probolinggo ke Bali
  • Rombongan ziarah wali pitu Kota Probolinggo ke Bali
  • Pariwisata di Kota Probolinggo
  • Objek wisata di Kota Probolinggo
  • Study tour Kota Probolinggo ke Bali
  • Jalan Jalan Kota Probolinggo ke Bali
  • Group tour Kota Probolinggo ke Bali
  • Travel agent di Kota Probolinggo
  • Sewa bus di Kota Probolinggo
  • Bulan madu Kota Probolinggo ke Bali

Latar Belakang Kota Probolinggo

Kota Probolinggo, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Terletak sekitar 100 km sebelah tenggara Kota Surabaya, Kota Probolinggo berbatasan dengan Selat Madura di sebelah utara, serta Kabupaten Probolinggo di sebelah timur, selatan, dan tengah. Kota ini juga terdapat pelabuhan perikanan yang cukup besar.

Sejarah Kota Probolinggo

Pada zaman Pemerintahan Prabu Radjasanagara (Sri Nata Hayam Wuruk) raja Majapahit yang ke IV (1350-1389), Probolinggo dikenal dengan nama “Banger”, nama sungai yang mengalir di tengah daerah Banger ini. Banger merupakan pedukuhan kecil di bawah pemerintahan Akuwu di Sukodono. Nama Banger dikenal dari buku Negarakertagama yang ditulis oleh Pujangga Kerajaan Majapahit yang terkenal, yaitu Prapanca.

Sejalan dengan perkembangan politik kenegaraan/kekuasaan pada zaman Kerajaan Majapahit, pemerintahan di Banger juga mengalami perubahan-perubahan/perkembangan seirama dengan perkembangan zaman. Semula merupakan pedukuhan kecil di muara kali Banger, kemudian berkembang manjadi Pakuwon yang dipimpin oleh seorang Akuwu, di bawah kekuasaan kerajaan Majapahit. Pada saat Bre Wirabumi (Minakjinggo), Raja Blambangan berkuasa, Banger yang merupakan perbatasan antara Majapahit dan Blambangan, dikuasai pula oleh Bre Wirabumi. Bahkan Banger menjadi kancah perang saudara antara Bre Wirabumi (Blambangan) dengan Prabu Wikramawardhana (Majapahit) yang dikenal dengan “Perang Paregreg”. Matar Pada masa Pemerintahan VOC, setelah kompeni dapat meredakan mataram, dalam perjanjian yang dipaksakan kepada Sunan Pakubuwono II di Mataram, seluruh daerah di sebelah Timur Pasuruan (termasuk Banger) diserahkan kepada VOC pada tahun 1743. Untuk memimpin pemerintahan di Banger, pada tahun 1746 VOC mengengkat Kyai Djojolelono sebagai Bupati Pertama di Banger, dengan gelar Tumenggung. Kabupatennya terletak di Desa Kebonsari Kulon. Kyai Djojolelono adalah putera Kyai Boen Djolodrijo (Kiem Boen), Patih Pasuruan. Patihnya Bupati Pasuruan Tumenggung Wironagoro (Untung Suropati). Kompeni (VOC) terkenal dengan politik adu dombanya. Kyai Djojolelono dipengaruhi , diadu untuk menangkap/membunuh Panembahan Semeru, Patih Tengger, keturunan Untung Suropati yang turut memusuhi kompeni. Panembahan Semeru akhirnya terbunuh oleh Kyai Djojolelono. Setelah menyadari akan kekhilafannya, terpengaruh oleh politik adu domba kompeni, Kyai Djojolelono menyesali tindakannya. Kyai Djojolelono mewarisi darah ayahnya dalam menentang/melawan kompeni. Sebagai tanda sikap permusuhannya tersebut, Kyai Djojolelono kemudian menyingkir, meninggalkan istana dan jabatannya sebagai Bupati Banger pada tahun 1768, terus mengembara/lelono.

Sebagai pengganti Kyai Djojolelono, kompeni mengangkat Raden Tumenggung Djojonegoro, putra Raden Tumenggung Tjondronegoro, Bupati Surabaya ke 10 sebagai Bupati Banger kedua. Rumah kabupatennya dipindahkan ke Benteng Lama. Kompeni tetap kompeni, bukan kompeni kalau tidak adu domba. Karena politik adu domba kompeni, Kyai Djojolelono yang tetap memusuhi kompeni ditangkap oleh Tumenggung Djojonegoro. Setelah wafat, Kyai Djojolelono dimakamkan di pasarean “Sentono”, yang oleh masyarakat dianggap sebagai makam keramat.

Di bawah pimpinan Tumenggung Djojonegoro, daerah Banger tampak makin makmur, penduduk tambah banyak. Dia juga mendirikan Masjid Jami’ (± Tahun 1770). Karena sangat disenangi masyarakat, dia mendapat sebutan “Kanjeng Djimat”. Pada tahun 1770 nama Banger oleh Tumenggung Djojonegoro (Kanjeng Djimat) diubah menjadi “Probolinggo” (Probo : sinar, linggo : tugu, badan, tanda peringatan, tongkat). Probolinggo : sinar yang berbentuk tugu, gada, tongkat (mungkin yang dimaksud adalah meteor/bintang jatuh). Setelah wafat Kanjeng Djimat dimakamkan di pasarean belakang Masjid Jami’.

Lihat daftar penawaran Paket Tour Probolinggo ke Bali.

Sabtu, 13 Desember 2014

Paket tour Kota Pasuruan ke Bali

Kami adalah biro tour and travel overlandbali.blogspot.com yang senantiasa mengajak masyarakat warga Kota Pasuruan untuk tour ke Bali menggunakan jasa wisata dari kami. Adapun service yang kami miliki ialah paket overland dari Kota Pasuruan menuju Bali menggunakan kendaraan darat seperti Bus AC Standart Pariwisata, Audio, Vidio, Toilet, Wifi, Reclining Seat dll. Ataupun jika anda ingin menggunakan pesawat terbang dari Bandara Juanda Surabaya ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Silahkan hubungi tour manager kami untuk konsultasi jasa paket tour ke Bali
Telpon    : 0361-488-208 / 0361-361-3000
HP        : 0821-400-780-97 [ whatsapp, line ]
email    : info@parahitatour.com



Adapun beberapa keyword yang bisa anda gunakan ialah :

  • Paket tour karyawan Kota Pasuruan ke Bali
  • Paket tour Kota Pasuruan ke Bali
  • Paket meeting Kota Pasuruan ke Bali
  • Wisata mahasiswa Kota Pasuruan ke Bali
  • Kunjungan kerja Kota Pasuruan ke Bali
  • Overland Kota Pasuruan ke Bali
  • Rombongan ziarah wali pitu Kota Pasuruan ke Bali
  • Pariwisata di Kota Pasuruan
  • Objek wisata di Kota Pasuruan
  • Study tour Kota Pasuruan ke Bali
  • Jalan Jalan Kota Pasuruan ke Bali
  • Group tour Kota Pasuruan ke Bali
  • Travel agent di Kota Pasuruan
  • Sewa bus di Kota Pasuruan
  • Bulan madu Kota Pasuruan ke Bali

Latar Belakang Kota Pasuruan

Pasuruan berada di jalur utama Surabaya - Banyuwangi. Kota Pasuruan memiliki luas 76,79 Km2 berbatasan dengan Selat Madura di sebelah utara, serta kabupaten Pasuruan disebelah timur, selatan, dan barat.[2]Pasuruan dapat ditempuh dari Surabaya menggunakan bus dalam waktu 1.3 jam, dan juga dapat ditempuh dari Malang menggunakan bus dalam waktu 1.3 jam.

Kota ini juga memiliki stasiun kereta api lintas timur Surabaya-Jember-Banyuwangi. Kereta api yang singgah di Pasuruan diantaranya: Mutiara Timur (Surabaya Gubeng-Banyuwangi Baru), Logawa (Purwokerto/Cilacap-Surabaya Gubeng-Jember), dan Sri Tanjung (Yogya Lempuyangan-Surabaya Gubeng-Banyuwangi Baru).

Sejarah Kota Pasuruan

Di kota Pasuruan terdapat beragam makanan khas seperti bipang Jangkar, roti Matahari, dan keripik singkong. Makanan di kota Pasuruan banyak digemari orang. Makanan khas kota Pasuruan rasanya sangat identik dengan makanan tradisional seperti Nasi Rawon, sate Komo ( berbahan dasar daging sapi ), dan juga kupang Kraton khas kota Pasuruan.

Lihat daftar penawaran Paket Tour Pasuruan ke Bali.

Kamis, 11 Desember 2014

Paket tour Kota Mojokerto ke Bali

Kami adalah biro tour and travel overlandbali.blogspot.com yang senantiasa mengajak masyarakat warga Kota Mojokerto untuk tour ke Bali menggunakan jasa wisata dari kami. Adapun service yang kami miliki ialah paket overland dari Kota Mojokerto menuju Bali menggunakan kendaraan darat seperti Bus AC Standart Pariwisata, Audio, Vidio, Toilet, Wifi, Reclining Seat dll. Ataupun jika anda ingin menggunakan pesawat terbang dari Bandara Juanda Surabaya ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Silahkan hubungi tour manager kami untuk konsultasi jasa paket tour ke Bali
Telpon    : 0361-488-208 / 0361-361-3000
HP        : 0821-400-780-97 [ whatsapp, line ]
email    : info@parahitatour.com



Adapun beberapa keyword yang bisa anda gunakan ialah :

  • Paket tour karyawan Kota Mojokerto ke Bali
  • Paket tour Kota Mojokerto ke Bali
  • Paket meeting Kota Mojokerto ke Bali
  • Wisata mahasiswa Kota Mojokerto ke Bali
  • Kunjungan kerja Kota Mojokerto ke Bali
  • Overland Kota Mojokerto ke Bali
  • Rombongan ziarah wali pitu Kota Mojokerto ke Bali
  • Pariwisata di Kota Mojokerto
  • Objek wisata di Kota Mojokerto
  • Study tour Kota Mojokerto ke Bali
  • Jalan Jalan Kota Mojokerto ke Bali
  • Group tour Kota Mojokerto ke Bali
  • Travel agent di Kota Mojokerto
  • Sewa bus di Kota Mojokerto
  • Bulan madu Kota Mojokerto ke Bali

Latar Belakang Kota Mojokerto

Kota Mojokerto adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Terletak 50 km barat daya Surabaya, wilayah kota ini dikelilingi oleh Kabupaten Mojokerto. Kota ini mengalami perkembangan yang sangat pesat dilihat dari penerimaan asli daerah setiap tahun mengalami peningkatan.


Sejarah Kota Mojokerto

Pembentukan Pemerintah www.panoramio.com/m/photo/38113716 Mojokerto melalui suatu proses kesejahteraan yang diawali melalui status sebagai staadsgemente, berdasarkan keputusan Gubernur Jendral Hindia Belanda Nomor 324 Tahun 1918 tanggal 20 Juni 1918.
Pada masa Pemerintahan Penduduk Jepang berstatus Sidan diperintah oleh seorang Si Ku Cho dari 8 Mei 1942 sampai dengan 15 Agustus 1945.
Pada zaman revolusi 1945 - 1950 Pemerintah Kota Mojokerto di dalam pelaksanaan Pemerintah menjadi bagian dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan diperintah oleh seorang Wakil Walikota disamping Komite Nasional Daerah.
Daerah Otonomi Kota Kecil Mojokerto berdiri berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1950, tanggal 14 Agustus 1950 kemudian berubah status sebagai Kota Praja menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1957.
Setelah dikeluarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1965 berubah menjadi Kotamadya Mojokerto. Selanjutnya berubah menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Mojokerto berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974.
Selanjutnya dengan adanya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999, tentang Pemerintahan Daerah, Kotamadya Daerah Tingkat II Mojokerto seperti Daerah-Daerah yang lain berubah Nomenklatur menjadi Pemerintah Kota Mojokerto.

Mojokerto pernah menjadi sebuah kawedanan dengan Asisten Wedana Bapak Supardi Brototanoyo. Perkembangan selanjutnya Bapak Supardi Brototanoyo menjadi Wedana dan terakhir menjadi Walikota Mojokerto pada saat itu.

Lihat daftar penawaran Paket Tour Mojokerto ke Bali.

Selasa, 09 Desember 2014

Paket tour Kota Malang ke Bali

Kami adalah biro tour and travel overlandbali.blogspot.com yang senantiasa mengajak masyarakat warga Kota Malang untuk tour ke Bali menggunakan jasa wisata dari kami. Adapun service yang kami miliki ialah paket overland dari Kota Malang menuju Bali menggunakan kendaraan darat seperti Bus AC Standart Pariwisata, Audio, Vidio, Toilet, Wifi, Reclining Seat dll. Ataupun jika anda ingin menggunakan pesawat terbang dari Bandara Juanda Surabaya ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Silahkan hubungi tour manager kami untuk konsultasi jasa paket tour ke Bali
Telpon    : 0361-488-208 / 0361-361-3000
HP        : 0821-400-780-97 [ whatsapp, line ]
email    : info@parahitatour.com



Adapun beberapa keyword yang bisa anda gunakan ialah :

  • Paket tour karyawan Kota Malang ke Bali
  • Paket tour Kota Malang ke Bali
  • Paket meeting Kota Malang ke Bali
  • Wisata mahasiswa Kota Malang ke Bali
  • Kunjungan kerja Kota Malang ke Bali
  • Overland Kota Malang ke Bali
  • Rombongan ziarah wali pitu Kota Malang ke Bali
  • Pariwisata di Kota Malang
  • Objek wisata di Kota Malang
  • Study tour Kota Malang ke Bali
  • Jalan Jalan Kota Malang ke Bali
  • Group tour Kota Malang ke Bali
  • Travel agent di Kota Malang
  • Sewa bus di Kota Malang
  • Bulan madu Kota Malang ke Bali

Latar Belakang Kota Malang

Kota Malang adalah sebuah kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota yang berpenduduk 857.891 jiwa ini (2014) berada di dataran tinggi yang cukup sejuk, terletak 90 km sebelah selatan Kota Surabaya, dan wilayahnya dikelilingi oleh Kabupaten Malang. Luas wilayah kota Malang adalah 110,06 km2. Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya. Bersama dengan Kabupaten Malang dan Kota Batu, Kota Malang merupakan bagian dari kesatuan wilayah yang dikenal dengan Malang Raya.

Sejarah Kota Malang

Wilayah cekungan Malang telah ada sejak masa purbakala menjadi kawasan pemukiman. Banyaknya sungai yang mengalir di sekitar tempat ini membuatnya cocok sebagai kawasan pemukiman. Wilayah Dinoyo dan Tlogomas diketahui merupakan kawasan pemukiman prasejarah.[1] Selanjutnya, berbagai prasasti (misalnya Prasasti Dinoyo), bangunan percandian dan arca-arca, bekas-bekas fondasi batu bata, bekas saluran drainase, serta berbagai gerabah ditemukan dari periode akhir Kerajaan Kanjuruhan (abad ke-8 dan ke-9) juga ditemukan di tempat yang berdekatan.[1][2]

Nama "Malang" sampai saat ini masih diteliti asal-usulnya oleh para ahli sejarah. Para ahli sejarah masih terus menggali sumber-sumber untuk memperoleh jawaban yang tepat atas asal usul nama "Malang". Sampai saat ini telah diperoleh beberapa hipotesa mengenai asal usul nama Malang tersebut.

Malangkuçeçwara (baca: Malangkusheswara) yang tertulis di dalam lambang kota itu, menurut salah satu hipotesa merupakan nama sebuah bangunan suci. Nama bangunan suci itu sendiri diketemukan dalam dua prasasti Raja Balitung dari Jawa Tengah yakni prasasti Mantyasih tahun 907, dan prasasti 908 yakni diketemukan di satu tempat antara Surabaya-Malang. Namun demikian dimana letak sesungguhnya bangunan suci Malangkuçeçwara itu, para ahli sejarah masih belum memperoleh kesepakatan. Satu pihak menduga letak bangunan suci itu adalah di daerah gunung Buring, satu pegunungan yang membujur di sebelah timur kota Malang dimana terdapat salah satu puncak gunung yang bernama Malang. Pembuktian atas kebenaran dugaan ini masih terus dilakukan karena ternyata, disebelah barat kota Malang juga terdapat sebuah gunung yang bernama Malang.

Pihak yang lain menduga bahwa letak sesungguhnya dari bangunan suci itu terdapat di daerah Tumpang, satu tempat di sebelah utara kota Malang. Sampai saat ini di daerah tersebut masih terdapat sebuah desa yang bernama Malangsuka, yang oleh sebagian ahli sejarah, diduga berasal dari kata Malankuca yang diucapkan terbalik. Pendapat di atas juga dikuatkan oleh banyaknya bangunan-bangunan purbakala yang berserakan di daerah tersebut, seperti Candi Jago dan Candi Kidal, yang keduanya merupakan peninggalan zaman Kerajaan Singasari.

Dari kedua hipotesa tersebut di atas masih juga belum dapat dipastikan manakah kiranya yang terdahulu dikenal dengan nama Malang yang berasal dari nama bangunan suci Malangkuçeçwara itu. Apakah daerah di sekitar Malang sekarang, ataukah kedua gunung yang bernama Malang di sekitar daerah itu. Sebuah prasasti tembaga yang ditemukan akhir tahun 1974 di perkebunan Bantaran, Wlingi, sebelah barat daya Malang, dalam satu bagiannya tertulis sebagai berikut : “………… taning sakrid Malang-akalihan wacid lawan macu pasabhanira dyah Limpa Makanagran I ………”. Arti dari kalimat tersebut di atas adalah : “ …….. di sebelah timur tempat berburu sekitar Malang bersama wacid dan mancu, persawahan Dyah Limpa yaitu ………” Dari bunyi prasasti itu ternyata Malang merupakan satu tempat di sebelah timur dari tempat-tempat yang tersebut dalam prasasti itu. Dari prasasti inilah diperoleh satu bukti bahwa pemakaian nama Malang telah ada paling tidak sejak abad 12 Masehi.

Nama Malangkuçeçwara terdiri atas 3 kata, yakni mala yang berarti kecurangan, kepalsuan, dan kebatilan; angkuça (baca: angkusha) yang berarti menghancurkan atau membinasakan; dan Içwara (baca: ishwara) yang berarti "Tuhan". Sehingga, Malangkuçeçwara berarti "Tuhan telah menghancurkan kebatilan".

Hipotesa-hipotesa terdahulu, barangkali berbeda dengan satu pendapat yang menduga bahwa nama Malang berasal dari kata “Membantah” atau “Menghalang-halangi” (dalam bahasa Jawa berarti Malang). Alkisah Sunan Mataram yang ingin meluaskan pengaruhnya ke Jawa Timur telah mencoba untuk menduduki daerah Malang. Penduduk daerah itu melakukan perlawanan perang yang hebat. Karena itu Sunan Mataram menganggap bahwa rakyat daerah itu menghalang-halangi, membantah atau malang atas maksud Sunan Mataram. Sejak itu pula daerah tersebut bernama Malang.

Timbulnya Kerajaan Kanjuruhan tersebut, oleh para ahli sejarah dipandang sebagai tonggak awal pertumbuhan pusat pemerintahan yang sampai saat ini, setelah 12 abad berselang, telah berkembang menjadi Kota Malang.

Setelah kerajaan Kanjuruhan, di masa emas kerajaan Singasari (1000 tahun setelah Masehi) di daerah Malang masih ditemukan satu kerajaan yang makmur, banyak penduduknya serta tanah-tanah pertanian yang amat subur. Ketika Islam menaklukkan Kerajaan Majapahit sekitar tahun 1400, Patih Majapahit melarikan diri ke daerah Malang. Ia kemudian mendirikan sebuah kerajaan Hindu yang merdeka, yang oleh putranya diperjuangkan menjadi satu kerajaan yang maju. Pusat kerajaan yang terletak di kota Malang sampai saat ini masih terlihat sisa-sisa bangunan bentengnya yang kokoh bernama Kutobedah di desa Kutobedah. Adalah Sultan Mataram dari Jawa Tengah yang akhirnya datang menaklukkan daerah ini pada tahun 1614 setelah mendapat perlawanan yang tangguh dari penduduk daerah ini.

Seperti halnya kebanyakan kota-kota lain di Indonesia pada umumnya, Kota Malang modern tumbuh dan berkembang setelah hadirnya administrasi kolonial Hindia Belanda. Fasilitas umum direncanakan sedemikian rupa agar memenuhi kebutuhan keluarga Belanda. Kesan diskriminatif masih berbekas hingga sekarang, misalnya ''Ijen Boullevard'' dan kawasan sekitarnya. Pada mulanya hanya dinikmati oleh keluarga-keluarga Belanda dan Bangsa Eropa lainnya, sementara penduduk pribumi harus puas bertempat tinggal di pinggiran kota dengan fasilitas yang kurang memadai. Kawasan perumahan itu sekarang menjadi monumen hidup dan seringkali dikunjungi oleh keturunan keluarga-keluarga Belanda yang pernah bermukim di sana.

Pada masa penjajahan kolonial Hindia Belanda, daerah Malang dijadikan wilayah "Gemente" (Kota). Sebelum tahun 1964, dalam lambang kota Malang terdapat tulisan ; “Malang namaku, maju tujuanku” terjemahan dari “Malang nominor, sursum moveor”. Ketika kota ini merayakan hari ulang tahunnya yang ke-50 pada tanggal 1 April 1964, kalimat-kalimat tersebut berubah menjadi : “Malangkuçeçwara”. Semboyan baru ini diusulkan oleh almarhum Prof. Dr. R. Ng. Poerbatjaraka, karena kata tersebut sangat erat hubungannya dengan asal usul kota Malang yang pada masa Ken Arok kira-kira 7 abad yang lampau telah menjadi nama dari tempat di sekitar atau dekat candi yang bernama Malangkuçeçwara.

Kota Malang mulai tumbuh dan berkembang setelah hadirnya pemerintah kolonial Belanda, terutama ketika mulai di operasikannya jalur kereta api pada tahun 1879. Berbagai kebutuhan masyarakatpun semakin meningkat terutama akan ruang gerak melakukan berbagai kegiatan. Akibatnya terjadilah perubahan tata guna tanah, daerah yang terbangun bermunculan tanpa terkendali. Perubahan fungsi lahan mengalami perubahan sangat pesat, seperti dari fungsi pertanian menjadi perumahan dan industri.


Lihat daftar penawaran Paket Tour Malang ke Bali.

Minggu, 07 Desember 2014

Paket tour Kota Madiun ke Bali

Kami adalah biro tour and travel overlandbali.blogspot.com yang senantiasa mengajak masyarakat warga Kota Madiun untuk tour ke Bali menggunakan jasa wisata dari kami. Adapun service yang kami miliki ialah paket overland dari Kota Madiun menuju Bali menggunakan kendaraan darat seperti Bus AC Standart Pariwisata, Audio, Vidio, Toilet, Wifi, Reclining Seat dll. Ataupun jika anda ingin menggunakan pesawat terbang dari Bandara Juanda Surabaya ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Silahkan hubungi tour manager kami untuk konsultasi jasa paket tour ke Bali
Telpon    : 0361-488-208 / 0361-361-3000
HP        : 0821-400-780-97 [ whatsapp, line ]
email    : info@parahitatour.com




Adapun beberapa keyword yang bisa anda gunakan ialah :

  • Paket tour karyawan Kota Madiun ke Bali
  • Paket tour Kota Madiun ke Bali
  • Paket meeting Kota Madiun ke Bali
  • Wisata mahasiswa Kota Madiun ke Bali
  • Kunjungan kerja Kota Madiun ke Bali
  • Overland Kota Madiun ke Bali
  • Rombongan ziarah wali pitu Kota Madiun ke Bali
  • Pariwisata di Kota Madiun
  • Objek wisata di Kota Madiun
  • Study tour Kota Madiun ke Bali
  • Jalan Jalan Kota Madiun ke Bali
  • Group tour Kota Madiun ke Bali
  • Travel agent di Kota Madiun
  • Sewa bus di Kota Madiun
  • Bulan madu Kota Madiun ke Bali

Latar Belakang Kota Madiun

Kota Madiun adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota ini terletak 160 km sebelah Barat Kota Surabaya, atau 111 km sebelah Timur Kota Surakarta. Di Kota ini terdapat pusat industri kereta api (INKA). Madiun dikenal memiliki Lapangan Terbang Iswahyudi, yakni salah satu pangkalan utama AURI, meski sebenarnya terletak di Kabupaten Magetan. Madiun memiliki julukan Kota Gadis, Kota Brem, Kota Pelajar, Kota Sepur, Kota Pecel, Kota Budaya, Kota Sastra, dan Kota Industri.

Sejarah Kota Madiun

Secara geografis Kota Madiun terletak pada 111° BT - 112° BT dan 7° LS - 8° LS dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Madiun di sebelah utara, sebelah selatan dengan Kecamatan Geger, sebelah timur dengan Kecamatan Wungu, dan sebelah barat dengan Kabupaten Magetan.[3] Kota Madiun hampir berbatasan sepenuhnya dengan Kabupaten Madiun, serta dengan Kabupaten Magetan di sebelah Barat. Kali Bengawan Madiun mengalir di kota ini, merupakan salah satu anak sungai terbesar Bengawan Solo.

Wilayah Kota Madiun mempunyai luas 33,23 Km² terbagi menjadi 3 (tiga) kecamatan yaitu Kecamatan Manguharjo, Kecamatan Taman, dan Kecamatan Kartoharjo. Dengan luas masing-masing Kecamatan Manguharjo 12,54 Km², Kecamatan Taman 13,46 Km²,dan Kecamatan Kartoharjo 11,73 Km².[4] Masing-masing kecamatan tersebut terdiri atas 9 kelurahan sehingga semuanya terdapat 27 kelurahan di Kota Madiun.[5][6][7]

Kota Madiun terletak pada daratan dengan ketinggian 63 meter hingga 67 meter dari permukaan air laut. Daratan dengan ketinggian 63 meter dari permukaan air laut terletak di tengah, sedangkan daratan dengan ketinggian 67 meter dari permukaan air laut terletak di sebelah di selatan. Rentang temperatur udara antara 20 °C hingga 35 °C.[3] Rata-rata curah hujan Kota Madiun turun dari 210 mm pada tahun 2006 menjadi 162 mm pada tahun 2007. Rata-rata curah hujan tinggi terjadi pada bulan-bulan di awal tahun dan akhir tahun, sedangkan rata-rata curah hujan rendah terjadi pada pertengahan tahun.[8]

Lihat daftar penawaran Paket Tour Madiun ke Bali.

Jumat, 05 Desember 2014

Paket tour Kota Kediri ke Bali

Kami adalah biro tour and travel overlandbali.blogspot.com yang senantiasa mengajak masyarakat warga Kota Kediri untuk tour ke Bali menggunakan jasa wisata dari kami. Adapun service yang kami miliki ialah paket overland dari Kota Kediri menuju Bali menggunakan kendaraan darat seperti Bus AC Standart Pariwisata, Audio, Vidio, Toilet, Wifi, Reclining Seat dll. Ataupun jika anda ingin menggunakan pesawat terbang dari Bandara Juanda Surabaya ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Silahkan hubungi tour manager kami untuk konsultasi jasa paket tour ke Bali
Telpon    : 0361-488-208 / 0361-361-3000
HP        : 0821-400-780-97 [ whatsapp, line ]
email    : info@parahitatour.com





Adapun beberapa keyword yang bisa anda gunakan ialah :

  • Paket tour karyawan Kota Kediri ke Bali
  • Paket tour Kota Kediri ke Bali
  • Paket meeting Kota Kediri ke Bali
  • Wisata mahasiswa Kota Kediri ke Bali
  • Kunjungan kerja Kota Kediri ke Bali
  • Overland Kota Kediri ke Bali
  • Rombongan ziarah wali pitu Kota Kediri ke Bali
  • Pariwisata di Kota Kediri
  • Objek wisata di Kota Kediri
  • Study tour Kota Kediri ke Bali
  • Jalan Jalan Kota Kediri ke Bali
  • Group tour Kota Kediri ke Bali
  • Travel agent di Kota Kediri
  • Sewa bus di Kota Kediri
  • Bulan madu Kota Kediri ke Bali

Latar Belakang Kota Kediri

Kota Kediri adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota Kediri dengan luas wilayah 63,40 km² terbelah oleh sungai Brantas yang membujur dari selatan ke utara sepanjang 7 kilometer.

Artefak arkeologi yang ditemukan pada tahun 2007 menunjukkan bahwa daerah sekitar Kediri menjadi lokasi kerajaan Kediri, sebuah kerajaan Hindu di abad ke-11.[2]

Kota ini merupakan pusat perdagangan utama untuk gula Indonesia dan industri rokok.[3] Kota ini dinobatkan sebagai peringkat pertama Indonesia Most Recommended City for Investment pada tahun 2010[4] berdasarkan survey oleh SWA yang dibantu oleh Business Digest, unit bisnis riset grup SWA. Di kota ini juga, pabrik rokok kretek Gudang Garam berdiri dan berkembang.

Kota Kediri adalah kota terbesar ketiga di Provinsi Jawa Timur setelah Surabaya dan Malang. Kediri juga merupakan ibukota dari Karesidenan Kediri yang terdiri dari beberapa kota dan kabupaten yaitu kabupaten Kediri, Nganjuk, Tulungagung, Blitar, dan Trenggalek.

Sejarah Kota Kediri

Awal mula Kediri sebagai pemukiman perkotaan dimulai ketika Airlangga memindahkan pusat pemerintahan kerajaannya dari Kahuripan ke Dahanapura, menurut Serat Calon Arang. Dahanapura ("Kota Api") selanjutnya lebih dikenal sebagai Daha. Sepeninggal Airlangga, wilayah Medang dibagi menjadi dua: Panjalu di barat dan Janggala di timur. Daha menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Panjalu dan Kahuripan menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Jenggala. Panjalu oleh penulis-penulis periode belakangan juga disebut sebagai Kerajaan Kadiri/Kediri, dengan wilayah kira-kira Kabupaten Kediri sampai Kabupaten Madiun sekarang.

Semenjak Kerajaan Tumapel (Singasari) menguat, ibukota Daha diserang dan kota ini menjadi kedudukan raja vazal, yang terus berlanjut hingga Majapahit, Demak, dan Mataram.

Kediri jatuh ke tangan VOC sebagai konsekuensi Geger Pecinan. Jawa Timur pada saat itu dikuasai Cakraningrat IV, adipati Madura yang memihak VOC dan menginginkan bebasnya Madura dari Kasunanan Kartasura. Karena Cakraningrat IV keinginannya ditolak oleh VOC, ia memberontak. Pemberontakannya ini dikalahkan VOC, dibantu Pakubuwana II, sunan Kartasura. Sebagai pembayaran, Kediri menjadi bagian yang dikuasai VOC. Kekuasaan Belanda atas Kediri terus berlangsung sampai Perang Kemerdekaan Indonesia.

Perkembangan Kota Kediri menjadi swapraja dimulai ketika diresmikannya Gemeente Kediri pada tanggal 1 April 1906 berdasarkan Staasblad (Lembaran Negara) no. 148 tertanggal 1 Maret 1906[5]. Gemeente ini menjadi tempat kedudukan Residen Kediri dengan sifat pemerintahan otonom terbatas dan mempunyai Gemeente Raad ("Dewan Kota"/DPRD) sebanyak 13 orang, yang terdiri dari delapan orang golongan Eropa dan yang disamakan (Europeanen), empat orang Pribumi (Inlanders) dan satu orang Bangsa Timur Asing. Sebagai tambahan, berdasarkan Staasblad No. 173 tertanggal 13 Maret 1906 ditetapkan anggaran keuangan sebesar f. 15.240 dalam satu tahun. Baru sejak tanggal 1 Nopember 1928 berdasarkan Stbl No. 498 tanggal 1 Januari 1928, Kota Kediri menjadi "Zelfstanding Gemeenteschap" ("kota swapraja" dengan menjadi otonomi penuh).

Lihat daftar penawaran Paket Tour Kediri ke Bali.